Lima Wanita Kerajaan Paling Kejam di Dunia

Zaman dulu, hampir semua negara merupakan kerajaan dan dipimpin oleh seorang raja atau ratu. Mendapatkan tahta untuk menjadi penguasa pun tidak perlu melewati pemilu yang selalu dilakukan di Indonesia, cukup menjadi keturunan dari keluarga kerajaan lambat laun tahta penguasa pun bisa di dapatkan. Salah satu negara kerajaan yang tetap bertahan sampai sekarang dan memiliki pengaruh besar terhadap dunia adalah Inggris.

Sangat menyenangkan memang menjadi anggota keluarga kerajaan, selain status sosial yang sangat tinggi semua yang diinginkan rasanya sangat mudah didapatkan. Terlebih rakyat akan selalu tunduk kepada anggota kerajaan yang memerintah nya. Hukum serta peraturan kerajaan nyatanya telah menjadi pelindung anggota kerajaan untuk berbuat apa saja pada rakyatnya.

Seperti yang dilakukan oleh para wanita kerajaan berikut ini, menggunakan status sebagai orang kerajaan yang memiliki kekuasaan penuh mereka melakukan hal sangat kejam kepada rakyatnya. Hanya demi kepentingan pribadinya mereka menggunakan kekuasaannya hanya untuk menyiksa dan menganiaya rakyatnya sendiri. Tak heran dari mereka yang berakhir tragis karena begitu dibenci oleh rakyatnya sendiri. Berikut adalah Lima Wanita Kerajaan Paling kejam dan dibenci dalam sejarah dunia:

Elizabeth Bathory - Hongaria
Salah satu kisah klasik rakyat Hongaria yang menakutkan ini menambah panjang sejarah wanita paling kejam dunia. Elizabeth Bathory memiliki hobi menyiksa gadis muda di lingkungan kerajaanya. Dia memberikan janji pekerjaan kepada para gadis desa dan membawa merek ke dalam istana yang akhirnya tidak pernah kembali. Karena status sosialnya, ia tidak pernah diadili, karena terhitung ratusan korban selama 25 tahun. Tapi ia disekap di tahanan bawah tanah hingga akhir hidupnya.

Jiang Qing - China
Satu lagi wanita yang memiliki kecerdasan dan juga jiwa pemimpin yang malah menghancurkan dengan kepintarannya. Sedih mengetahui fakta kalau wanita bisa berbuat seperti ini. Jiang Qing yang merupakan wakil penguasa di era komunis China di masa Revolusi Budaya China ini, membuat penyiksaan hak-hak asasi selama Revolusi Budaya. Bahkan ada pemecatan secara paksa dan total kematian yang mencapai 500.000 orang. 

Ranavalona I - Madagaskar
Tidak hanya seorang laki-laki saja, ternyata perempuan juga bisa menjadi sosok jahat. Ranavalona I adalah istri dari Raja Radama yang meninggal karena diracun (dan menurut kabar berhembus karena diracun oleh istrinya sendiri!). Setelah bertahun-tahun Madagascar berada di bawah kolonial negara Eropa, Ranavalona berjanji bahwa kepercayaan asli penduduk Madagascar akan dikembalikan, tidak ada lagi penjajahan dan penyiksaan kepada budak. Faktanya?

Hidup di dalam peperangan dan juga kolonialisme membuat Ranavalona seperti kehilangan hati nuraninya. Untuk membalas dendam, ia membunuhi pendeta kristen, menggantungnya dengan kejam. Ia juga menghukum mati umat Kristen yang tinggal di Magadascar sejak berkuasa pada tahun 1828. Tidak berhenti sampai di situ, ratu satu ini juga membunuh 1 juta lebih budak yang dianggapnya tidak bisa lagi bekerja rodi. Astaga kejam sekali!

Selama masa pemerintahannya, Madagascar seperti berada pada masa horor yang mencekam. Tidak hanya itu, ia juga tega untuk menjadikan jenazah mereka yang ia bunuh untuk makanan anjing. Sungguh gila!

Queen Mary I - Inggris
Meski hanya memerintah dalam waktu yang singkat, Queen Mary nyatanya meninggalkan jejak dalam sejarah. Mary, satu-satunya anak perempuan Henry VIII dan Chaterine dari Aragon yang masih hidup, adalah seorang penganut Katholik Roma yang taat dan alim, tetapi usaha-usahanya untuk mempertahankan paham Khatolik mirip-mirip cara Kristen.

Mary menjatuhkan hukuman yang kejam terhadap penganut Protestan, dan kemudian membakar lebih dari 300 orang penganut Protestan tersebut dalam periode empat tahun, yang membuat dia kemudian dijuluki “Bloody Mary.” Mary meninggal dunia pada usia 42 di Istana St. James, pada tanggal 17 November, 1558.

Queen Elizabeth I
Lupakan gambaran tentang ratu Elizabeth yang dimainkan dengan excellent oleh Cate Blanchett. Ratu Elizabeth adalah sama kejamnya dengan para pemimpin yang kejam lainnya. Jika Queen Mary membawa England kembali ke Khatolik Roma, maka Elizabeth menindasnya dengan cara sekejam mungkin. Dia memerintahkan ribuan penganut Khatolik di Irlandia dan di England dibunuh.

Dia juga terlibat sepenuhnya dalam gerakan jual beli budak dengan cara mensponsori para pedagang budak untuk menangkap orang-orang Afrika. Dia juga memberi perlindungan pada Queen Mary dari Scotlandia tetapi kemudian mengingkarinya dan memenjarakannya selama 19 tahun sebelum akhirnya membunuhnya.

Nah, itulah setidaknya lima wanita kerajaan yang terkenal akan ke kajamannya memang mereka mempunyai kuasa yang sangat besar akan kerajaan yang mereka pimpin, namun karena kekejaman yang mereka lakukan hukuman mati pun seakan kurang pantas mereka dapatkan. Harusnya mereka dihukum disiksa dan dianiaya sampai mati bukan di hukum mati langsung.

Sumber: http://www.anakregular.com/2015/11/lima-wanita-kerajaan-paling-kejam-di.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lima Wanita Kerajaan Paling Kejam di Dunia"

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.